11390248_10206978091951232_3770960538899707673_n

 

Menutup tahun ajaran 2014-2015, Sekolah Pratiwi memiliki cara unik untuk merayakannya. Mengajak orangtua siswa berkeliling dunia! Ada tujuh negara yang dikunjungi; Prancis, Arab Saudi, Mesir, Korea Selatan, Meksiko, Italia, dan Thailand.

Sebelum memulai perjalanan siswa-siswi Sekolah Pratiwi mempersembahkan lagu “Hello to All Children Around The World” lalu para wisudawan/ti menyanyikan lagu “Gaudeamus Igitur”. Dan, perjalanan pun dimulai…

Ditemani Princess Belle dan Pangeran Aladin, orangtua siswa menyambangi negara-negara tujuan. Prancis menampilkan putri-putri cantik berbaju adat didampingi pria bertuksedo, gadis-gadis Arab cilik berlenggak-lenggok mengenakan kostum belly mempesona orang-orang dengan tariannya.

Perhatian orangtua siswa sontak teralihkan dengan tabuhan genderang penari Korea, dilanjutkan dengan musik K-Pop yang membuat mereka, tanpa sadar, ikut menari bersama artis-artis K-Pop. Di Meksiko, alunan gitar Carlo Santana mengiringi tarian seorang gadis cantik yang dikelilingi pria-pria pemujanya.

Orangtua siswa dimanjakan dengan pemandangan negeri Fir’aun dan romantisme Italia. Mereka berkesempatan untuk melihat secara langsung gondola di Venesia. Thailand adalah negara terakhir yang dikunjungi, tarian dan pakaian adat dhosa pha yang dikenakan para penari mengingatkan kita pada film “Anna and the King”.

Perjalanan keliling dunia ini adalah rangkaian acara Graduation & End Year Performance Sekolah Pratiwi, yang diselenggarakan di Hotel Santika Depok. Mengambil tema “Unite Together to Make a Peaceful World”, acara ini dikemas dengan cukup unik dan terselenggara atas kerjasama yang apik antara murid, orangtua, dan guru.

Wakil Kepala Sekolah Pratiwi, Delia Permata, S.Sos, mengakui ide acara ini berasal dari keprihatinan guru-guru Sekolah Pratiwi melihat di luar sana masih banyak anak-anak yang terenggut haknya karena mengalami perang. Mereka ingin menanamkan rasa syukur pada anak didiknya dan mengajak anak didiknya untuk bersama-sama menghargai nikmat ini dengan bermain dengan baik bersama teman, menjaga lingkungan alam, menghemat energi, belajar bersungguh-sungguh, dan menyayangi guru dan orangtua.

“Tujuan dari acara ini adalah memperkenalkan anak-anak dengan dunia luar bahwa banyak sekali kebudayaan orang lain yang bagus, belajar aneka bahasa, dan memperkaya pengetahuan dengan melihat baju khas negara dan bagaimana suatu negara bisa dikatakan berhasil karena potensi alam, iklim, dan kebiasaan orang-orang di sana,” katanya.

Selain itu, tambah Delia, acara ini juga bertujuan untuk mengembangkan potensi anak didik sedemikian rupa, mewadahi minat, dan bakat anak, memperkenalkan mereka kepada kerja keras (berlatih keras) untuk mendapatkan suatu hasil yang maksimal dengan cara menyenangkan, memberikan pengalaman hidup yang berharga untuk anak-anak sesuai dengan konsep dasar sekolah dalam menerapkan Fun Learning dalam Active Learning.

Acara ditutup dengan penampilan siswa-siswi yang membawakan lagu “Heal the World”. Tak mau ketinggalan, Kepala Sekolah Pratiwi, Stefani Sekar, S.Pd, yang pada saat itu mengenakan han bok ikut bernyanyi bersama guru-guru lain yang juga mengenakan pakaian khas negara dari kelas yang diwakilinya. Kelak ketika dewasa, siswa-siswi Sekolah Pratiwi akan mengingat kenangan ketika tampil di atas panggung dengan perasaan bangga.